Rabu, 09 November 2011

Research in Guidance and Counselling

Tujuan Penelitian Penelitian pada dasarnya adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah, menguji hipotesis atau menjelaskan fenomena yang terjadi. Penelitian adalah usaha sistematik untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Penelitian dapat menghasilkan abstrak dan jawaban-jawaban umum dan juga dapat memberikan jawaban yang kongkrit dan spesifik, tergantung dari demonstrasi atau penerapan penelitian (Tuckman, 1999) Dalam dunia pendidikan, penerapan dalam penelitian digunakan untuk meninjau latihan-latihan dalam proses belajar-mengajar, mempelajari proses belajar murid, mengevaluasi kurikulum dan program-program di sekolah, dan membuat rekomendasi untuk perubahan kebijakan dan sistem pada tingkat lokal dan nasional. Pada awal 1940, Kurt Lewin menggagas teori ‘action research’ yang kemudian berkembang menjadi teori perputaran ‘perencanaan, -tindakan-tinjauan-refleksi’. Teori ini kerap digunakan oleh para guru dan pemegang saham untuk mengumpulkan informasi dalam proses belajar mengajar di sekolah sebagai kelangsungan dan perbaikan mutu sekolah. Penelitian bimbingan konseling di sekolah adalah proses ilmiah untuk mengungkapkan atau menjelaskan tentang bagaimana dan mengapa orang-orang lakukan, rasakan dan pikirkan di dalam kelas dan di kegiatan belajar yang lain. Metode Penelitian Metode penelitian secara lazim dibedakan kedalam dua cara, kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan survei ataupun cara yang lain untuk mengumpulkan data dan pengukuran numerik untuk mengusut hubungan antara variabel atau perbedaan dalam suatu kelompok . sementara itu, penelitian kualitatif menggunakan observasi dan juga pendekatan secara naratif deskriptif untuk mengumpulkan informasi agar dapat menyimpulkan sebuah fenomena yang terjadi dan mencari arti dibalik itu semua. Terkadang batas antara kedua metode tersebut memang kabur atau remang-remang. Tetapi pada penerapannya, kedua metode tersebut malah saling melengkapin ketimbang bertentangan. Penelitian menunjukkan bahwa dalam praktek pedagogik dan konseling, penggunaan kedua metode tersebut dalam suatu penelitian memberikan data yang valid dan lebih berarti. Hal ini yang mungkin membuat para peneliti lebih memilih untuk menggabungkan kedua metode penelitian tersebut untuk memastikan kualitas dan ketetapan dalam suatu penelitian. Metode penelitian yang banyak digunakan dalam pendidikan dan bimbingan konseling adalah studi kasus dan eksperimen semu (quasi-experimenal). Berikut ini adalah contoh cara penelitian yang sering digunakan dalam metode penelitian : Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif menggunakan metode pendekatan untuk menjelaskan data baik dari metode kualitatif atau kuantitatif metode kuantitatif biasanya berdasarkan analisis statistik data yang dikumpulkan dari berbagai jenis variabel. Sebaliknya, metode kualitatif terdiri dari catatan wawancara, tulisan naratif, dan rekaman dari diskusi kelompok. Penelitian Korelasi Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antar variabel yang mencangkup perhitungan dari koofisien korelasi. Korelasi positif terjadi jika antara dua variabel atau lebih berjalan paralel atau searah yang berarti jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y juga mengalami kenaikan. Sementara itu, korelasi negatif adalah korelasi antara dua variabel atau lebih yang berjalan dengan atuk meneliti hubungan antar variabel yang mencangkup perhitungan dari koofisien korelasi. Korelasi positif terjadi jika antara dua variabel atau lebih berjalan paralel atau searah yang berarti jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y juga mengalami kenaikan. Sementara itu, korelasi negatif adalah korelasi antara dua variabel atau lebih yang berjalan dengan arah yang saling berlawanan, bertentangan atau sebaliknya. Contohnya, penelitian di suatu sekolah menunjukkan adanya korelasi positif antara nilai akademik siswa dan kepercayaan diri mereka dan korelasi negatif antara nilai akademik mereka dengan ketidakhadiran di kelas. Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and Effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan. Proses Penelitian Berikut ini adalah cara-cara yang digunakan dalam proses penelitian: 1. Menentukan topik yang akan dibahas. biasanya setelah penentuan topik, yang dilakukan selanjutnya adalah mengutarakan masalah penelitian, tujuan penelitian, dan hipotesis. 2. Setelah menentukan topik yang akan dibahas, tahap berikutnya adalah tinjauan pustaka, wilayah penelitian, memilih metode pengumpulan data dan analisis, merancang atau memilih instrumen atau alat untuk mengumpulkan data, menyusun jadwal penelitian dan anggaran, dan membentuk tim atau panitia jika memungkinkan. 3. Tahap ketiga meliputi perencanaan untuk melakukan penelitian, memperoleh ijin untuk melakukan penelitian, dan yang terakhir melakukan survei, wawancara, penelitian kasus dan sebagainya. 4. Tahap yang terakhir adalah mengolah data yang telah diperoleh dari berbagai sumber kedalam tulisan atau laporan penelitian. Masalah Penelitian Memilih dan menetapkan masalah penelitian yang tepat adalah awal yang baik dalam penelitian. Penelitian tesis yang baik memiliki 10 karakteristik seperti yang dikatakan oleh Anderson dan Asernault (1998): Dinyatakan secara jelas dan ringkas Memiliki pertanyaan penelitian (research question) Memiliki landasan teori Memiliki hubungan dengan satu atau lebih bidang studi akademik Mempunyai dasar dalam kajian pustaka Memiliki potensi yang berarti atau kepentingan Penelitian dapat dilakukan dalam kurun waktu tertentu dan anggaran dana yang telah ditentukan Peneliti memiliki daya metodologi untuk diterapkan kedalam permasalahan Masalah tersebut adalah masalah baru dan belum dapat dijawab secara jelas atau cukup Masalah penelitian dalam bimbingan dan konseling biasanya berkisar antara kebutuhan para siswa dalam pembelajaran atau aspek-aspek disekitar perkembangan dan kemajuan siswa. Aspek-aspek tersebut misalnya, prestasi siswa, kesulitan dalam belajar, suasana kelas dan masalah kedisiplina serta perilaku. Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis Setelah masalah penelitian teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah untuk merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesis. Tidak semua studi membutuhkan pengujian hipotesis terutama studi yang menggunakan metode kualitatif seperti observasi naturalistik dan studi kasus. hipotesis atau hipotesa adalah harapan tentang suatu peristiwa/penelitian berdasarkan generalisasi dari hubungan antar variabel dan biasanya berhubungan dengan pertanyaan penelitian. Tinjauan Pustaka Ada banyak sekali informasi yang dibutuhkan para peneliti dalam melakukan penelitiannya. Tempat pertama yang terlintas dalam benak para peneliti untuk mencari informasi dan kajian pustaka adalah perpustakaan. Perpustakaan yang baik memiliki banyak sekali koleksi buku-buku, majalah dan disertasi dari berbagai jenis disiplin ilmu. Cara lain yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi adalah dengan cara berselancar di internet ke database online seperti Amerika Serikat ERIC (Education Resources and Information Center). ERIC menyediakan referensi-referensi dan sumber untuk para pembimbing dan para siswa. Tinjauan pustaka adalah bagian integral dalam sebuah studi terutama bagi penelitian akademik dan tesis. Tinjauan pustaka menggambarkan kualitas sebuah penelitian dan kompetensi sang peneliti. Tinjauan pustaka harus mencangkup pustaka lokal dan asing yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Setelah mendapatkan informasi yang relevan, langkah selanjutnya adalah mencatat dan merekam informasi tersebut secara teratur dan sistematis. Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara observasi dan pengukuran. Dalam penelitian pendidikan, cara yang biasa digunakan adalah dengan melakukan survey dan wawancara menggunakan alat pengukuran (instrument) seperti kuesioner dan tes. Fokus group discussion dan studi kasus dapat digunakan untuk memperoleh yang lebih akurat tentang opini pribadi atau perasaan dari subjek terhadap sampel. Triangulasi dengan menggunakan banyak sumber dan metode pengumpulan data dapat digunakan pada studi untuk membantu menghilangkan bias dan error. Metode survei paling banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif sedangkan observasi naturalistik, studi kasus, wawancara, dan focus group discussion sering digunakan dalam penelitian kualitatif, tetapi wawancara dan focus group discussion kerap digunakan dalam penelitian kuantitatif jika ukuran sampel cukup besar untuk analisis statistik. Survei Survei adalah satu bentuk teknik penelitian yang paling efisien dimana, informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang melalui pertanyaan-pertanyaan; survey sangat berguna bagi penelitian yang memiliki banyak sampel. Wawancara Wawancara tatap muka merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung. Metode ini membutuhkan latihan dari perilaku wawancara dan membutuhkan perencanaan yang matang dalam mengajukan pertanyaan. Focus Group Discussion FGD adalah diskusi terfokus dari suatu Group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Jumlah pesertanya bervariasi antara 8-12 orang, dilaksanakan dengan panduan seorang moderator. Jika dilakukan dengan benar, FGD dapat memberikan informasi yang akurat baik bagi penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Pengamatan Langsung Pengamatan langsung atau pengamatan naturalistik dari perilaku adalah cara yang sangat bernilai dan menantang dalam pengumpulan data. Cara ini sering digunakan peneliti dalam mengamati perkembangan belajar anak, perbandingan lintas budaya, etnografi, dan penelitian sosial lainnya. Penelitian ini membutuhkan energi dan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, peneliti perlu untuk memastikan apa yang perlu diamati, bagaimana caranya dan menilai ke-valid-an data tersebut. Studi Kasus Studi kasus melakukan pemeriksaan longitudinal yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus contohnya adalah kelakuan menyimpang dari siswa pada mata pelajaran tertentu. Dalam konseling, metode ini digunakan untuk meneliti masalah, factor yang mempengaruhinya, proses penyelesaian dan hasil dari “masalah” tersebut. Statistik Dasar Pada ilmu sosial, statistik digunakan sebagai alat untuk mengukur, menyederhanakan, dan menginterpretasikan data yang telah terkumpul dari studi kuantitatif. Peneliti perlu menguasai teknik statistik untuk menampilkan analisis statistic untuk kemudian ditampilkan sebagai laporan penelitian. Pengukuran dalam statistik adalah cara untuk mengukur data dalam suatu penelitian. Berikut ini adalah empat tingkatan atau skala yang digunakan dalam statistic: Skala Nominal – pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada objek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Contoh: mengkategorikan pria dan wanita. Skala Ordinal – skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variabel yang diteliti. Contoh: mengukur kejuaraan olah raga, prestasi kerja. Skala Interval – memiliki tingkatan dengan interval atau jarak tertentu yang tetap, tetapi data ini tidak memiliki titik nol mutlak. Misalnya, Temperatur suatu zat cair dikatakan sebagai ‘sangat panas’ bila suhunya antara 100-119 derajat Celsius, ‘panas’ bila suhunya antara 80-90 derajat Celsius, ‘cukup panas’ bila suhunya antara 60-79 derajat Celsius dan ‘kurang panas’ bila suhunya antara 40-59 derajat Celsius. Karena tidak mempunyai nilai nol mutlak maka bila suhu zat cair tersebut nol derajat Celsius, bukan berarti bahwa zat cair tersebut tidak mempunyai panas/suhu. Skala Rasio – data rasio merupakan data berupa angka dalam arti sebenarnya, dapat dilakukan dengan operasi matematika (penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian) dan mempunyai titik nol dalam arti sesungguhnya. Contoh penerapan: dalam pengukuran tinggi dan berat benda, jumlah produksi, jumlah murid. Misalnya jumlah murid yang hadir di suatu kursus kursus bahasa inggris pada hari senin sebanayak 20 murid, hari selasa sebanyak 10 murid, dan Rabu sebanyak 0 murid. Pada hari Rab dikatakan yang hadir sebanyak nol murid, karena tidak ada murid yang hadir pada hari tersebut. Selain itu jenis data ini memiliki sifat rasio, dalam contoh di atas, jumlah murid yang hadir pada hari senin sebanyak 2 kali jumlah murid yang hadir pada hari selasa, dst. Statistika Deskriptif Statistika deskriptif adalah prosedur statistical untuk menyederhanakan, menyusun dan meringkas data. Data yang telah terkumpul tersebut masih mentah dan tak berarti apa-apa sehingga perlu diolah . peneliti dapat menggunakan tabel, gambar, ukuran pemusatan dan variabilitas dalam penyajiannya. Ukuran Pemusatan Salah satu aspek yang paling penting untuk menggambarkan distribusi data adalah nilai pusat pengamatan (tendensi sentral). Setiap pengukuran aritamatika yang ditujukkan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan) dikenal sebagai ukuran tendensi sentral. Ada tiga ukuran tendensi sentral yang sering digunakan: 1, Mean – mean dihitung degan menjumlahkan semua nilai data pengamatan kemudian dibagi dengan jumlah data atau banyaknya data. 2. MJedian – nilai pengamatan yang terletak ditengah gugus data setelah data tersebut diurutkan. Apabila banyaknya pengamatan (n) ganjil, median terletak tepat di tengah gugus data,l sedangkan bila n genap, median diperoleh dengan cara interpolasi yaitu rata-rata dari kedua data yang berada di tengah gugus data. 3. Mode – Data yang paling sering muncul, atau data yang mempunyai frekuensi terbesar. Jika semua data mempunyai frekuensi yang sama berarti data-data tersebut tidak memiliki modus, tetapi jika terdapat dua yang mempunyai frekuensi tersebut maka data-data tersebut memiliki dua buah modus, dan seterusnya. Variabilitas Variabilitas menyajikan pengukuran kuantitatif menganai derajat seberapa tersebar atau seberapa terkumpulnya skor-skor yang ada di dalam suatu distribusi. Standar Deviasi Standar deviasi adalah perhitungan yang mengutamakan deskripsi dalam variabel, bagaimana penyebaran skor dalam distribusi. Standar deviasi mendeskripsikan variabilitas perhitungan jarak dari rata-rata. Statistik Inferensial Pada studi penelitian, bukan tidak mungkin mengukur semua kasus dalam satu populasi. Tetapi pada penerapannya, hanya sampel yang terpilih akan diukur. Pada konseling misalnya, pendekatan konseling tertentu yang digunakan untuk membantu sampel yang berupa remaja dalam manajemen kemarahan (anger management). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari apakah pendekatan konseling bias digunakan untuk membantu semu remaja mengatasi kemarahan secara efektif. Selanjutnya, kita perlu melakukan prosedur statistik untuk mempelajari data yang telah terkumpul dari sampel tersebut, lalu membuat pernyataan umum tentang populas. Statistik inferensial adalah prosedur statistic yang dipakai untuk membuat generalisasi tentang populasi berdasarkan hasil yang diperoleh dari sampel. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis adalah prosedur yang kerap digunakan pada statistik inferensial. Hipotesis adalah pernyataan hubungan antara dua variabel atau lebih. Pada inferensial statistik, kita membuat kesimpulan hubungan antar variabel dari populasi yang belum diukur dan berdasarkan pada data yang dikumpulkan dari sampel. Prosedur-prosedur yang berbeda jenis digunakan untuk memenuhi pengujian hipotesis dan menjawab pertanyaan penelitian. Uji-t Untuk Sampel Bebas Uji-t sampel independen (bebas) adlah metode yang digunakan untuk menguji kesamaan rat-rata dari dua popilasi yang bersifat independen, dimana peneliti tidak memiliki informasi mengenai ragam populasi. Independen maksudnya adalah bahwa populasi yang satu tidak dipengaruhi atau tidak berhubungan dengan populasi yang lain. Barangkali, kondisi dimana peneliti tidak memiliki informasi mengenai ragam populasi merupakan kondisi yang paling sering dijumpai di kehidupan nyata. Contoh dalam bimbingan konseling, membandingkan kepercayaan diri dari antara siswa laki-laki dan perempuan. Uji-t Berpasangan (paired t-test) Uji-t berpasangan (paired t-test) adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas (berpasangan). Cirri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu (objek penelitian) dikenai dua buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama, peneliti tetap memiliki dua macam data sampel yaitu data dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Perlakuan pertama mungkin saja berupa kontrol, yaitu tidak memberikan perlakuan sama sekali terhadap objek penelitian. Misalnya didalam bimbingan konseling, membandingkan tingkat kegelisahan dalam sebuah group yang terdiri dari para siswa sebelum dan sesudah menghadiri seminar manajemen kemarahan. Korelasi Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih. Misalnya, hubungan antara nilai matematika siswa dengan tes di ilmu eksak atau hubungan antara kepercayaan diri para siswa dengan kemampuan akademik mereka. Hubungan antara kedua variabel tersebut bias saja positif dan negative. Korelasi positif adalah hubungan yang sifatnya searah. Korelasi positif terjadi jika antara dua variable atau lebih berjalan parallel atau searah yang berarti jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y juga mengalamim kenaikan. Sedangkan korelasi negative adalah korelasi antara dua variabel atau lebih yang berjalan dengan arah yang tak bersamaan atau berlawanan, bertentangan atau sebaliknya. Korelasi negative terjadi jika antara dua variabel atau lebih berjalan berlawanan yang berarti jika variabel X mengalami kenaikan maka variabel Y mengalami penurunan atau sebaliknya. Etika Penelitian Peneliti dalam melaksanakan seluruh kegiatan penelelitian harus memegang teguh sikap ilmiah serta menggunakan prinsip-prinsip etika penelitian. Ada empat tahap yang perlu dipertimbangkan peneliti, dan kesmuanya harus dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitiannya. Prinsip pertama, peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya peneltian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian. Prinsip kedua, setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibast terbukanya informas individu termasuk informasi yang bersifat pribadi. Sedangkan, tidak semu orang menginginkan informasinya diketahui oleh orang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hal-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subjek dalam kuesioner dan alat ukur apapun untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subjek. Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden. Prinsip ketiga, prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, professional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan factor-faktor ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religious subjek penelitian. Sebagai contoh dalam prosedur penelitian, peneliti mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak subjek untuk mendapatkan perlakuan yang sama baik sebelum, selama maupun sesudah berpartisipasi dalam penelitian. Prinsip keempat, peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat maksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi. Studi Lokal dalam Bimbingan dan Konseling Pengenalan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah di Singapura terjadi sekitar 30m tahun yang lalu ditandai dengan berdirinya Guidance Clinic and A Remedial Reading Clinic pada tahun 1974. Tujuan didirikannya klinik ini ada dua; untuk menunjukkan bagaimana bimbingan konseling dapat membantu murid dalam pelajaran dan masalah emosional. Dan sebagai eksperimen untuk menambah latihan melalui penelitian. Staf dari kedua klinik tersebut secara rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengadakan bimbingan sekolah dan kegiatan konseling. Di klinik, mereka bereksperimen dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang inovatif seperti perubahan perilaku anak-anak dan kelompok konseling dan remaja dengan masalah social dan emosionalnya. Proyek Terkini Dr. Sim Wong Kooi dan Dr Esther Tan membentuk sebuah Tim penelitian pada akhir tahun 80 an yang diberi nama Institute of Education. Salah satu penelitiannya yang terkenal adalah tentang perkembangan kognitif dan psikososial remaja. Penelitian ini menyelidiki tentang perkembangan kognitif remaja dalam hal kemampuan berbahasa dan konsep matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar